Showing posts with label Pengalaman hidup. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman hidup. Show all posts

Monday, February 22, 2021

Perjalanan Kehamilan - Terlambat Haid dan test pack Positif

 Hai, 

Melanjutkan cerita di postingan sebelumnya tentang Perjalanan Kehamilan aku dan Suami.

Setelah daftar di Dokter Rahajeng untuk tanggal 10 Oktober 2020, aku menjalani hari biasa saja. Aku masih merasa haidku akan datang karena rasa basah-basah dan kayak ada yang lendir di daerah kewanitaan masih terasa. Dari tanggal 5 sampai tanggal 9, aku selalu melihat seksama sebelum pipis. Tapi tetap yang keluar itu warna kuning, tidak coklat. Dan di tanggal 10 Oktober 2020 pagi, aku usap lagi dan masih warna kuning. Padahal udah hari 32 di siklusku dan tanggalan di aplikasi Flo sudah mengatakan aku ini terlambat 1 hari.

Aplikasi Flo

Deg-degan dong. Ini pertama kalinya, si aplikasi bilang kalau aku terlambat. Padahal saat pertama kali aku Haid di hari 31, si aplikasi nggak bilang kalau aku terlambat. Aku masih belum berani test pack, takut kecewa dan takutnya siang hari malah keluar haidnya.

Aku dan suami pergi ke tempat Dokter Rahajeng, disana antri lagi. Sambil antri, aku masih berharap-harap. Bener nggak ya aku hamil? Lebih ke positif banget kalau aku hamil. Nggak tahu kenapa. Suami juga berharap. Sampai akhirnya, giliran aku masuk.

Aku cerita ke Dokter Rahajeng, aku sudah terlambat Haid dan ini hari ke 32 aku. Aku cerita juga kalau tanggal 5 Oktober, aku keluar coklat gitu. Akhirnya Dokter menyarankan di USG dulu. Waktu di USG, tidak terlihat apa-apa. Rahimku masih biasa saja.

DOWN. KECEWA. SEDIH.

Dokter Rahajeng menyarankan untuk coba test pack satu minggu lagi. Tapi tetap hati-hati selama masih menunggu. Kalau memang negatif, Dokter akan menjadwalkan pertemuan supaya memperbaiki siklus haidnya.


Aku keluar dan mengabarkan ke suami kalau nggak ada tanda-tanda aku hamil kayak penebalan rahim atau apapun itu. Padahal kan setidaknya sudah ada penebalan rahim. Suami ikut sedih tapi tetap lebih kuat untuk meyakinkanku kalau apapun yang terjadi, nggak papa.

Aku menjalani hari dengan perasaan deg-degan. Apalagi hari demi hari kok masih nggak keluar indikasi kalau mau Haid. Akhirnya aku kalah dengan perasaan penasaran. Hari Senin, tanggal 12 Oktober 2020 aku beli test pack dan mencoba langsung meskipun sudah jam 9 pagi.

Aku tunggu... tunggu... tiba-tiba, keluar dong garis kedua. Masih nggak jelas, tapi terlihat tanpa perlu di taruh dibawah sinar lampu. Di Fotopun kelihatan. UWAAAAAAAAA

Test Pack Dua Garis

Rasanya seneeeeng banget, tapi masih tidak percaya juga. Tapi senang. Aku langsung WA suami yang saat itu masih kerja. Aku fotokan test pack nya dan berharap suami ikut senang juga. Aku sampai telepon karena nggak sabar mau suami tahu.

Tapi respon suami kayak ragu gitu di telepon. Apa iya? Itu udah pasti? Dulu pernah gitu juga kan? Samar-samar tapi ternyata enggak. Aku sedih saat dengar itu. Tapi setelah telepon berakhir, suami WA. Memberikan respon yang lebih positif. Bilang kalau coba test pack lagi minggu depan ya, tapi tetap hati-hati.

Aku yang masih belum yakin, nggak sabar lagi, akhirnya test pack lagi di tanggal 14 Oktober 2020. Kali ini pipis pertama di pagi hari. Aku harapannya, kelihatan lebih jelas dong ya. Tapi ternyata, lebih samar daripada aku yang test jam 9 pagi. SYOK!!!

Aku sediiih banget. Langsung bangunin suami yang masih tidur dan cerita. Suami bilang "Jangan terlalu percaya sama yang begitu". 

Emosiku langsung naik dong. "Ya kalau nggak boleh percaya terus buat apa ada test pack!!! "

Aku ngambek tuh sama suami. Nggak mau liat mukanya, nunduk atau lihat ke arah lain kalau diajak ngomong. Begitu lebih tenang, aku sadar maksud suami aku tuh aku jangan terlalu sedih dulu. Bisa aja salah kan.

Satu jam setelah aku tinggal, garis di test pack nya kok jadi tebel banget? Meski nggak setebal garis kontrol/garis pertamanya. Mau senang tapi nggak yakin. Soalnya kan bisa jadi penguapan gitu. Semakin bingung lah aku, nggak yakin tapi kok yakin. Hahaha.

Test Pack pagi hari yang setelah ditinggal 1 Jam

Aku sama suami niatnya ngasih tahu keluarga kalau sudah beberapa bulan gitu, supaya nggak bikin PHP. Tapi, tanggal 17 Oktober, itu ada acara keluarga mas dan sudah direncanakan memang dari bulan lalu. Selain itu, tanggal 30 Oktober acara di keluarga aku. Dengan ke khawatiran kalau nanti kenapa-napa karena masih hamil muda, aku dan suami sepakat untuk bilang ke kedua orang tua kami dan akhirnya kabar aku hamil diketahui keluarga besar. Hahaha.

Kami hanya bisa bilang kalau positif test packnya tapi masih samar dan belum USG lagi dan bilang maaf kalau nggak bisa ke acara keluarga karena takut nanti kecapekan karena masih sangat muda kandungannya.

Keluarga maklum semua, mereka juga ikut senang dan mendo'akan supaya baik-baik saja.


Kebetulan, sahabat aku juga sedang hamil, tapi dia 3 bulan lebih dulu hamilnya dan karena aku pengen tanya-tanya, akhirnya aku ngomong ke dia. Aku cerita soal garis test pack aku dan dia memberikan saran kalau mending beli test pack yang mahal juga. Untuk pembanding gitu.


Oke, karena sering liat youtube orang Amerika yang test pack, aku jadi tahu yang namanya Clearblue. Itu test pack sangat populer disana dan ada juga lho yang bisa deteksi minggunya. Akhirnya aku beli di shopee.

Test Pack Clearblue

Yakin, ini nggak bakalan ambigu kayak test pack biasa, karena nggak perlu menerka-nerka, sudah dikasih tahu dengan kata oleh test packnya. Tanggal 19 Oktober testpacknya datang, dan tanggal 20 Oktober pagi, aku test. Mahal, jadi harus yakin banget pagi ambil air kencingnya.


Hasil Test Pack Clearblue

Setelah keluar dengan jelas tulisan 'Pregnant' dan 3+, aku jadi lebih yakin dan merasa sudah saatnya ke dokter. Ya kaaan. Sudah lebih dari 3 minggu lho.


Akhirnya aku, tanpa bilang suami karena niatnya sih mau ngasih kejutan gitu, Bawa hasil USG yang sudah kelihatan kalau lagi hamil, pergi ke RSIA Melati Husada untuk periksa. Disana, ketemu dengan dokter Nany Nita.





Friday, November 13, 2020

Perjalanan Kehamilan - Program Hamil

Hai,

Alhamdulillah, di umur pernikahan kami yang berjalan 1 Tahun 4 Bulan, Allah mengizinkan aku dan suami untuk hamil. Seperti pengalaman lain, aku ingin mendokumentasikan juga perjalanan kehamilan aku .

Oke. Aku mulai di bulan Agustus, saat usia pernikahan kami sudah 1 Tahun 2 Bulan. Kami yang rutin bergumul dan tidak pernah berpisah selama 1 Tahun 2 Bulan, merasa sudah saatnya kami PROMIL (Program Hamil) dengan serius. Dokter pun biasanya akan menanggapi lebih serius karena sudah lebih dari 1 Tahun menikah.

PERGI KE DOKTER UNTUK PROGRAM HAMIL

Kami pergi ke Dokter Rahajeng yang prakteknya ada di Jl Pahlawan Trip, Kota Malang. Meskipun sedang pandemi, dokter Rahajeng masih praktek dan tetep ya, antriannya panjaang. Aku memilih di Dokter Rahajeng karena katanya sih bagus disitu. Tapi harus siap-siap ngantri ya, dan sudah reservasi tiga hari sebelumnya.



Yang terjadi saat pemeriksaan di Dokter Rahajeng:

1. Aku ditanya, apakah siklus haid ku normal? Siklus haid ku bisa dibilang normal, karena tiap bulan pasti haid, hanya saja sering mundur atau kadang maju. Sekitar 28-31.

2. Aku di USG, dilihat apakah ada kista atau yang lainnya. Hasil USG menunjukkan rahimku bagus, tidak ada kista ataupun hal tidak lazim lainnya. Alhamdulillah.

3. Aku ditanya, apakah keputihan? Aku memang sering keputihan sejak SMA. Tapi setelah menikah, keputihannya itu waktu mau dapet atau waktu ovulasi. Dibagian keputihan ini, aku pernah mendengar ada yang nggak bisa hamil karena terhalang oleh keputihan. Disini aku deg-degan juga. Akhirnya, Dokter Rahajeng meresepkan untuk keputihan. Kebetulan, aku mau haid saat datang ke Dokter. Obat untuk keputihan itu, aku diminta untuk minum hari itu juga dan habis tepat saat aku haid.

4. Dokter mengatakan, untuk Promil, langkah awalnya seperti ini dulu. Nanti setelah haid ke dua atau ketiga di bulan Oktober, aku diminta datang lagi untuk langkah Promil selanjutnya.

Aku minum obat yang diberikan Dokter dan juga mulai makan Plain Yogurt

PROMIL : SARAPAN PLAIN YOGURT DAN GRANOLA

Aku tahu soal Plain Yogurt itu dari Selebgram Ririe Prameswari. Dia sering sekali update sarapan Plain Yogurt dengan buah atau granola dan dia pernah bilang, kalau Plain Yogurt ini sangat dianjurkan kalau ingin mengatasi masalah keputihan oleh dokter kandungannya.

Seperti sebuah takdir, Ririe membahas tentang Plain Yogurt saat aku merasa mungkin memang keputihan ini yang menjadi masalah. Akhirnya aku bilang ke suami, aku pengen diet (aku juga merasa aku semakin gendut beberapa bulan terakhir) dan menceritakan soal manfaat Plain Yogurt. 

Setelah Haid bulan Agustus, Kami pergi ke Ranch Market, tempat dimana Ririe beli Plain Yogurt dan Granola. Padahal di Hypermart atau mart besar lain juga ada. Hahaha.

Untuk Plain Yogurt, aku pilih yang BIOKUL.

Untuk Granola, aku pilih kayak punya Ririe.

Plain Yogurt aku beli yang 500ml. Harus rajin dimakan, karena daluarsanya cepet banget dah. Sebulan apa sebulan setengah gitu. Sedangkan granola, aku pilih kayak punya Ririe karena nggak tahu per granola-an. Untung waktu itu di ranchmarket lagi diskon. Tapi ya lumayan jadinya, untuk sekali beli habis sekitar 100ribuan.

Besoknya, aku dan suami mulai sarapan Plain Yogurt dengan granola atau kalau ada buah ditambah dengan buah. Suami aku itu memang orangnya pengen bareng-bareng. Kayak, mau menemani aku di setiap langkah gitu. Kalau bisa dia jalanin, ya bakalan di jalanin. I love you Suami 💖

Tapi satu minggu diet Plain Yogurt dan Granola, suami malah mencret-mencret. Mungkin karena suami aku memang siklus pup nya udah lancar ya, jadi semakin lancar sehingga tidak terkontrol. Akhirnya suami aku berhenti diet Plain Yogurt, aku masih lanjut sampai beli beberapa cup Plain Yogurt dan beberapa granola yang harganya uuu~~~ tidak murah.


APAKAH PERNAH MENCOBA PROMIL LAIN?

Kalau bertanya kepada semua wanita yang berniat punya anak, tentu jawabannya adalah SUDAH!

1. Minum asam folat, aku sudah pernah melakukan itu dua bulan setelah menikah dan akhirnya berat badanku naik tak terkontrol. Aku berhenti setelah dua bulan.

2. Makan kecambah. Setelah tiga bulan tidak hamil, aku dan suami sepakat untuk mencoba makan kecambah. Aku selalu memasukkan kecambah sebagai belanja mingguan dan memasukkan kecambah disetiap masakan. Sop, ada kecambahnya. Oseng, ada kecambahnya.  Apa ajalah, kecambah bisa dimasukkan, aku masukkan.

3. Minum madu dan polen. Ini memang nggak rajin sih, soalnya harus diminum 1jam sebelum HB. Masalahnya, aku merasa HB yang terjam gitu membuat jadi nggak nyaman. Apa ya, kegiatan yang seharusnya untuk senang-senang dan bonding dengan suami, kok jadi kayak harus di waktuin. Cuma minum 4 kali. Setelah itu nggak lagi.

4. Suami minum madu. Iya, suamiku juga usaha. Ini madu kayak untuk kekuatan gitu. Meskipun aslinya nggak perlu #EH. Cuma minum 3 kali kayaknya. Sama kayak madu dan polen itu, nggak enak banget harus di kasih jam.

5. Olahraga dan bobo sebelum jam 10 malam. Ini paling konsisten sih. Suamiku kan hobi main game, dan kalau udah sama temennya, bisa sampai tengah malam baru selesai. Nah, kita sudah berjanji untuk senin-kamis dan minggu, suamiku harus bobo maksimal jam 10.


Baik, kita lanjutkan ceritanya.


Datanglah haid bulan September, tapi bulan itu, aku malah haid di hari ke 27. Padahal sebelumnya, mundur itu pasti, maju itu tidak mungkin. Oke. Aku masih lanjut Diet Plain Yogurt dan Granola. Rasa yang awalnya asem banget dan nggak enak itu, sudah mulai enak di mulutku. Untuk keputihan, sepertinya nggak ada perbedaan. Hahaha. Tapi ya namanya usaha, nggak langsung berhasil juga kan. Toh bisa membuat tubuh jadi bagus juga dengan Plain Yogurt.

September berlalu, masuk bulan oktober. Seminggu sebelum dapet, seperti biasa, kalau mau dapet, pasti ada rasa-rasa basah dan kayak ada lendir gitu di kewanitaan. Aku udah pasrah lagi nih. Ya sudah nggak papa. Toh memang sama Dokter Rahajeng disuruh balik bulan Oktober.

Tanggal 5 Oktober, aku ke kamar mandi dan colek gitu. Ternyata ada kuning dan coklat. Padahal hari itu baru hari ke 26. Tapi karena bulan lalu aku dapet di hari 27, aku ngira kayaknya memang dapet hari itu.

Aku WA suami dan bilang kalau aku dapet dan sudah waktunya menjadwalkan ke Dokter Rahajeng. Tapi ternyata, jadwalnya dokter Rahajeng itu nggak ada yang pas dengan jadwal aku kerja. Aku bingung dong, kalau nggak pas sama jadwalnya terus gimana. Akhirnya aku pakai konsultasi dokter online. Aku tanya, kalau kuning yang ada coklatnya itu udah masuk haid atau belum. Ternyata dokternya jawab belum termasuk haid. Kalau sudah nambah coklatnya atau coklat semua, itu baru haid. Oke.

Aku bilang sama suami dan sepakat kalau aku belum haid saat itu. Tapi aku tetap jadwalin ketemu sama Dokter Rahajeng di hari Sabtu, tanggal 10 Oktober 2020. Karena perkiraan haid normalku di tanggal segitu.


Sunday, October 4, 2020

Rasanya Memiliki Hutang

Hai!!!  

Hari ini aku akan membahas tentang keuangan lagi. Lebih tepatnya soal memiliki HUTANG. 💳


AWAL MULA 😎

Perjalanan berhutangku dimulai 2 tahun yang lalu. Aku mulai berhutang di tahun 2017 untuk biaya kuliah adek aku. Setelah itu ditahun 2018 nambah utang untuk membeli rumah. 

Saat pertama kali berhutang, aku nggak merasa berat karena toh setelah membayar cicilan, aku masih bisa makan enak, beli ini dan itu. Pokoknya nggak ada beban sama sekali.

Atau sebenarnya, berusaha untuk nggak memikirkan itu.


KERESAHAN 😟

Setahun berlalu, aku merasa kerja itu nggak nyaman. Kayak, aku kerja bukan cuma karena aku suka, tapi karena aku harus bayar cicilan. Merasa hidupku ini benar-benar dipengaruhi oleh cicilan yang harus aku bayar. Apalagi, begitu gajian, 40% gajiku langsung menghilang untuk bayar cicilan. Kayak, hampa gitu.

Diperparah dengan pengetahuan soal berapa sebenarnya pokok hutang yang aku bayar. Jadi, di bank tempat aku berhutang, aku bisa mendapatkan informasi tentang berapa sisa pokok hutang yang masih aku miliki melalui internet banking. Syok sekali! 

Dari cicilan sebesar 40% gajiku itu, hanya 30% yang menjadi pengurang pokok hutang. 70% Sisanya? Bayar bunga! 

GILA!! GILA!!! Padahal, kalau aku menabung semua cicilan itu, yang dari jangka waktu 13 tahun, cukup dengan 4 tahun kekumpul!


MENCOBA KELUAR DARI HUTANG 😤

Nggak ingin terlena dengan syok serta kesedihanku, aku mulai membaca, menonton dan mendengarkan semua tentang personal finance. 


Banyak orang diluar sana ternyata senasib dan mereka berjuang untuk melunasi dengan cepat hutang-hutang mereka. Caranya? BERHEMAT! Frugal Living!


Disaat aku memantapkan niat, disaat itu pula alhamdulillah gaji aku naik. Jadi cicilan yang awalnya menghabiskan 40% Porsi gajiku berubah menjadi 36%. Oke. Aku berhitung-hitung. Dari 100% gajiku, 36% untuk cicilan, 39% aku tabung untuk pelunasan percepat. Sisa gaji 25% aku gunakan untuk biaya hidup sehari-hari.

Setelah menikah, 25% itu terasa lebih nyaman karena untuk listrik, air, wifi di rumah ditanggung suami. Suami juga menanggung makan yang dimasak dirumah dan kebutuhan rumah tangga lain. Kalau aku pengen beli baju, sepatu dan makeup, itu juga ditanggung suami. 25% itu untuk aku transportasi, makan siang, pulsa, jajan cantik, kadang beli-beli hal diluar kebutuhan supaya tetap senang. Hahaha. Yang pasti, hikmah yang dapat diambil dari aku memiliki hutang ini adalah:

AKU NGGAK MAU HUTANG LAGI! SENGSARA LAHIR DAN BATHIN!


MY TALK FOR YOU

Jadi, kalau kalian sedang ada di fase yang bingung mau hutang apa enggak. Aku sarankan, jangan hutang banyak-banyak. Umpamanya mau beli rumah nih, kalian siapin aja DP yang banyaaak biar kalian hutangnya Cuma sedikit.

Ah.. segitu aja ya share pengalaman dari aku. Semoga bermanfaat. Bye-bye.


Tuesday, January 14, 2020

Template Dana Darurat Sederhana Gratis!

Hai! Apakabar!

Kali ini, aku mau share Template sederhana yang aku gunakan untuk mencatat Dana Darurat aku.

Dana Darurat itu apa sih? 


"Singkatnya, Dana Darurat itu, uang yang digunakan waktu kita mengalami keadaan penting dan gawat yang tidak terduga."


Ingat ya, 'PENTING' dan 'GAWAT'. Kalau mau beli tiket konser karena band kesayangan manggung, itu bukan 'Gawat'. 😖 Kalau mau renovasi rumah tapi sebenarnya masih oke, itu bukan 'Gawat' juga. 😖 Tapi kalau HP kalian kecolongan, itu bisa pakai Dana Darurat 👍

Lebih lengkapnya, kalian bisa liat di instagram-instagram pada penggiat personal finance awareness. Salah satu Instagram yang aku ikutin itu, JOUSKA dan ZAP Finance. Pernah aku bahas juga di post sebelumnya.


Nah, supaya lebih berasa progressnya, aku bikin chart atau perkembangan berapa uang yang udah aku kumpulkan untuk Dana Darurat. Kebetulan, tadi aku searching gitu kan, ketemu gambar lucuk infografis yang bisa menjelaskan singkat apa soal Dana Darurat dari website https://ilovelife.co.id/ lebih lengkapnya, kalian bisa klik di sini : https://ilovelife.co.id/blog/serba-serbi-dana-darurat-yang-harus-anda-alokasikan/

Abis itu, aku gabungkan dengan tabel di MS Word. Jadinya begini:


template Dana Darurat


Nah, buat kalian yang pengen buat gitu juga, aku share Template buatanku secara gratis disini:

https://drive.google.com/drive/folders/1zxinqpjE3wVzlPnm6pFx3d6gzqPihm1S?usp=sharing

Kalian bisa Edit kok, di sesuaikan dengan keinginan kalian. Kalau pas ngisinya, atau menghitamkan kotaknya, aku saranin pakai pensil aja, karena pada dasarnya kan memang Dana Darurat itu bisa kepakai dan bisa diisi lagi.

GOOD LUCK! Bye Bye~~~




Tuesday, August 6, 2019

Alasan kenapa aku berhenti pakai CC (Kartu Kredit)

Hai,

Sebelumnya aku pakai CC BRI Touch dan menceritakannya disini. Dan diakhir 2018, aku secara resmi menghentikan pemakaian CC BRI Touch dengan melakukan penutupan kartu.

Kenapa?

1. Sudah bukan lagi kartu yang free annual fee. Di statement Desember 2018, ada pengumuman kalau per Januari 2019, kartu BRI Touch akan dikenakan annual fee kalau nggak ada kartu kredit BRI lain yang dimiliki.

kebijakan baru BRI Touch

  Aku langsung telepon CS dan menanyakan apakah kabar itu benar dan berlaku mulai kapan. CS bilang, kalau untuk aku baru akan kena tahun 2020. Tapi aku tetap ngerasa harus nutup saat itu juga. Jadi aku langsung mengatakan niatku. Sempat dibujuk untuk dinaikkan Limit nya tapi aku kekeuh. Dan Januari 2019, aku mendapatkan email yang memberitahu kalau aku sudah nggak punya CC BRI Touch lagi:

email dari BRI
 2. Aku merasa, aku nggak sanggup menahan diri.

Di postingan aku disini, aku sudah bilang kalau Kartu Kredit bukan untuk orang dengan emosi finansial lemah. Awalnya aku punya CC memang karena aku butuh diskonnya. Selain itu, setiap kali aku bayar kan ada cashback dari Tokopedia. Bisa aku buat untuk bayar listrik. Tapiii.... kan nggak selamanya juga ada barang yang butuh aku beli ataupun ada diskonnya.

Jadinya malah aku sering pakai CC untuk hal yang biasa aja. Intinya, emosi finansialku ternyata lebih lemah daripada yang aku fikirkan. Untungnya, Bae sering nyeletuk kalau CC itu kan utang.

Awalnya, ego aku menolak kenyataan kalau aku mulai kehilangan kendali emosi finansialku karena aku selalu membayar tepat waktu. Tapi akhirnya aku menerima bahwa aku nggak sekuat itu dan menghentikan pemakaian CC.

Setelah itu....

Beberapa kali terkena godaan CC lagi karena abis ini mau Renovasi, artinya butuh beli tegel dan sebagainya. Banner nya Depo Bangunan gedee banget kelihatan kalau pakai CC bisa dapat potongan tambahan 150ribu. Pengalaman sebelumnya, aku bisa dapat gratis 2 cat itu...

Abis itu, di kantor ada pegawai BRI yang menawarkan CC Business Card. Yang ini free annual fee tanpa embel-embel.

CC Bussiness Card

 Tapi aku nggak ngambil kesempatan itu. Aku bertekat untuk mengasah emosi finansialku lagi. Kalau masih suka kalap belanja yang nggak perlu atau karena di 'racun', aku nggak akan apply CC!

Love you, XOXO 

Friday, August 2, 2019

Cerita Persiapan Finansial Pertunangan dan Pernikahanku

Karena membuat postingan soal Renovasi Rumah, aku jadi teringat perjuangan saat menyiapkan uang untuk Pertunangan dan Pernikahan.

THE STRUGGLE IS REAL!!!!!

DISCLAIMER:
Tidak ada niatan untuk mengeluh ataupun tidak bersyukur atau bahkan dibilang pamer. NOOO! aku berniat share aja bagi kalian yang kebingungan seperti aku dulu.

Oke kita mulai dari Pertunangan. 

Aku dan Bae pacaran 1 tahun lebih 2 bulan sebelum akhirnya melakukan pertunangan dibulan November 2018.

Acara ini nggak ribet karena pertunangan di desa aku itu, nggak macem-macem kayak acara pertunangan di kota-kota. Nggak ada tuh hiasan-hiasan atau harus beli baju baru dan MUA. Ketolong banget dengan acara pertunangan ala desa. Jadi cuma butuh tenaga manusia untuk masak buat keluargaku dan keluarga Bae. 

Seserahan dari Bae: Cincin Tunangan (untuk aku dan Bae), Buah, Jajan, Perlengkapanku (Kebaya satu set, Baju satu set, Baju tidur satu set, Pakaian Dalam, Alat Make Up, Alat Mandi, Tas, Sepatu, Sprei dan bed cover)

Setelah acara Bae ngelamar aku ke keluarga, di adat desaku ada yang namanya Balikan. Itu aku dan keluargaku mengunjungi rumah Bae untuk membicarakan kapan tanggal pernikahan dan acaranya. Ini ada adat untuk membalas seserahan yang dulu dibawa Bae saat melamarku. Nggak sebanyak yang dibawa Bae sih. Dan karena yang kesana cuma keluarga inti aku, jadi nggak nyiapin makanan, cuma harus bayar tol aja sih.

Seserahan balasanku: Buah, Jajan pasar, Baju (ini boleh baju aja tapi boleh pernak-pernik lain juga. Kayak aku pengen nambahin celana, sabuk sama sepatu).

💸 apprx. yang aku keluarkan 8.000.000

Sebelum tunangan, ada kejadian yang membuatku tergoncang baik secara mental, fisik maupun finansial. Tapi kita bahas soal Finansial aja ya.

Aku akan cerita soal bagaimana ekspektasi finansialku sebagai anak perempuan satu-satunya dari 4 bersaudara untuk masalah Pertunangan dan Pernikahan. Dari kecil, aku selalu diberitahu kalau:

"Orang tua bertanggung jawab terhadap pernikahan anak perempuan mereka. Kalau anak lelaki, ya dipersiapkan sendiri". 

Bahkan itu selalu digaung-gaungkan sampai aku dewasa.

Dan tiba-tiba, tepat sebulan sebelum acara pertunanganku, terdapat peristiwa yang membuat ekspektasiku hancur lebur. Secara finansial, orang tuaku nggak bisa menanggung biaya pertunangan dan pernikahanku.

Stress. Pasti. Ingin rasanya marah, tapi marah pada siapa?

"Saat terjadi hal yang berat, sangat berat dan membuatku tidak tahu harus melakukan apa dan putus asa. Aku menyerahkan diriku pada Allah, selalu ingat untuk bersyukur dan bangkit serta berusaha"
Untungnya, aku masih punya tabungan dan kutambah dengan uang yang aku sisakan untuk membayar Notaris (akte kepemilikan rumah masih balik nama waris, belum balik nama ke aku, jadi aku belum harus bayar). Aku pinjam uang itu dulu, berharap nggak harus dibayarkan dalam waktu dekat.

Aku menghitung-hitung kemampuanku dalam mengumpulkan uang. Sebanyak apa dan harus bagaimana. Dari bulan Desember, aku mulai mengetatkan ikat pinggang. Makan hanya untuk sarapan dan makan siang/makan malam. Menyisihkan 90% sisa pendapatan (setelah dikurangi cicilan rumah) untuk biaya pernikahan.

Berhutang? NO! BIG NO!

Salah satu Post Jouska tentang Wedding Disaster

Di IG Jouska, aku membaca ada pasangan yang harus berhutang demi membiayai pernikahan mereka dan setelah menikah, masih harus membayar utang-utang. 

Kasus terdekat adalah Kakakku sendiri. Kakak Iparku yang cerita kemudian memberikan wejangan kalau jangan sampai berhutang untuk pernikahan karena rasanya akan sangat menyedihkan. Harus membayar berbulan-bulan untuk acara semalam saja.

FIX. Aku nggak akan pernah mau berhutang untuk pernikahanku.

Setelah menghitung, akhirnya aku sampai pada angka 50.000.000, 7 Bulan mengencangkan ikat pinggang. Berharap uang THR juga. Tapi pada akhirnya aku hanya bisa mengumpulkan uang 42.000.000

Aku memberitahu keluargaku, berapa uang yang aku punya. Terjadi perdebatan, katanya aku nggak akan bisa membuat acara pernikahan dengan uang hanya sebesar itu karena tamu yang diundang banyak. Untuk makan saja mungkin tidak cukup.

Penyakit yang paling berbahaya: Gengsi

Dimasa itu, aku harus kekeuh, keras, memberitahu orang tuaku kalau aku nggak ingin acara yang besar kalau harus mengeluarkan biaya lebih dari apa yang aku punya. 

Kalian bisa bilang kalau aku 'durhaka' dan nggak mau membahagiakan orang tua. Please, aku nggak peduli omongan kalian soal itu.

Dengan bertanya pada Kakak Ipar dan Calon Kakak Ipar serta browsing, akhirnya aku membuat List Penting dalam mempersiapkan pernikahanku:

catatan persiapan pernikahan
Pertama kali adalah aku mencari perias, aku bertanya ke teman dan kakak ipar serta mencari online. Akhirnya aku menemukan dan memutuskan untuk memakai Bu Herma karena beliau bukan cuma make up dan baju, tapi juga bisa memberikan paket Dekor, Foto & Video.

IG Bu Herma
Meskipun paketan, aku tetap bertanya dengan rinci apa saja yang termasuk dalam paketannya. Mungkin aku sangat menyebalkan bagi Bu Herma, tapi aku sangat berterimakasih.

Bae memberikan kontribusi untuk acara yang ada di rumah, meskipun di rumah Bae juga diadakan unduh mantu.

Acara pernikahanku ini begitu berkesan dan lega setelah selesai. Aku dan Bae, kami berdua bisa melanjutkan hidup setelah acara pernikahan tanpa ada utang. Alhamdulillah juga, kami berdua masih ada saku dari uang amplop 😎 . Karena aku memilih tanggal akhir bulan, kami nggak perlu lama-lama untuk terima gaji. Hahaha. Mungkin bisa dipertimbangkan juga lho untuk memilih tanggal pernikahan.

 Abis nikah masih bisa makan di Hanamasa, masih bisa Renovasi Rumah, masih bisa membeli barang impian yang tertunda dibeli karena harus mempersiapkan pernikahan.

Aku bersyukur, meskipun penuh perjuangan, aku memiliki banyak orang yang mau membantu. Kakak dan Kakak Iparku, mereka yang menjadi panitia inti. Mempersiapkan segalanya. Keluargaku yang lain, mau berepot-repot secara finansial dan tenaga membantu. Tetangga yang mau ikut pladen, membantu saat acara. Penuh syukur dan penuh rasa bahagia di pernikahanku ini.

Mempersiapkan pernikahan bisa sangat memusingkan, penuh emosi dan membuat kalian menyerah. Tapi selalu ingat, niat awal kalian.
 
Aku memulai planningku dengan Bismillah... menyelesaikannya dengan Alhamdulillah... 

"Saat kalian merasa sudah berada di pojokan, nggak tahu harus kemana, nggak kelihatan apa-apa. Bersyukurlah. Karena dengan bersyukur, kalian akan bisa melihat apa yang bisa membantu kalian."
 💸 42.000.000
BYE BYE Love You

Renovasi Sesi 2 : Pintu Rumah ala Cafe

Haaaiii kembali lagi bersama saya yang telah berganti status. Huehehehe....

Bae sekarang menjadi Cuami💕 #maluuuu


Setelah menikah, tentu kami nggak nge kos lagi. Sekarang tinggal di rumah berdua. Memulai kehidupan rumah tangga #eh yang terasa menyenangkan  🙆 tapi nggak heboh banget. Entah aku aja apa semua merasakan begitu?

Menyenangkannya banyaaak~~~ kayak kemaren aku panas (yang bikin aku mewek banget, nagis-nangis nggak jelas) ada yang peluk-peluk 💑

Curhat Pengantin baru di cut aja ya. Dikembalikan pada judulnya, yaitu Renovasi. 🔨🔧🔩🏚

Seperti yang telah kalian tahu di series ini rumah aku seperti apa dan aku melakukan renovasi sesi 1. Hasilnya memuaskan meskipun terdapat drama di dalamnya, dan aku berniat untuk melakukan Renovasi berikutnya.

Video diatas adalah tampilan lengkap hasil renovasi kamar mandiku

Jarak waktu dari renovasi sesi 1 ke renovasi sesi 2 ini memang jauh banget. 1 tahunan ya. Alasannya? 💰💰DUIT dan ada prioritas lain, yaitu pertunangan dan pernikahan. Need moooneeeyyyy dan nggak sedikit. Aku bakalan ceritain masalah finansial dalam mempersiapkan pertunangan dan pernikahan di post yang lain.

Uang Renovasi ini darimana? Kan abis nikahan yang membuat kantong kering se kering-keringnya?

Jawabannya, uang dari tamu alias amplop 😎 dan sisanya adalah THR dari kantor. Alhamdulillah.... abis nikah nggak cuma makan nasi dan kecap atau harus bayar utang #bersyukur dan #berterimakasih

Renovasi sesi 2 ini aku berfokus pada bagian depan rumah yang bangunannya mepet banget, hanya menyisakan sedikit tempat untuk parkir motor. muat dua motor, tapi itu harus miring-miring. Begitu motornya masuk, mau nutup pagar susah banget. Fiuuuh~~~😰

Beginilah penampakan rumah bagian depan:

tampak depan rumah
aku berniat membongkar tembok dengan kaca besar itu, berserta dengan atapnya yang dari seng. Bocor juga itu atap dan mau diperbaikin kayak apa juga nggak bisa. Bongkar sekalian kan. Terus nanti atapnya diganti dengan kanopi.

Kalau tembok itu dibongkar, artinya dari depan ke dalam nggak ada sekatnya, kan? Aku memilih untuk nggak bikin tembok, tapi pasang pintu lipat. Jadi, kalau ada acara atau mau masukin barang, bisa los! 

Langkah pertama adalah, aku nyari tukang yang bisa buat pintu lipat aluminium. 
 
inspirasi pintu lipat yang aku inginkan

Bentuknya seperti itu karena aku mikirnya kan nanti kalau kebentur motor, nggak bakalan kenapa-napa karena memang tempatnya kan buat garasi. Melihat di berbagai tempat, bahannya kayu itu kelihatan baguuus gitu. Wis, aku pengen begitu pokoknya. Tapi obsesiku itu terhempas nyata karena beberapa pendapat:

1. kayu biaya perawatannya nanti bisa banyak. 
2. Bisa kena rayap. 
3. Biayanya pembuatannya lebih mahal daripada aluminium. 

Oke. Setelah ngobrol lagi dengan suami, kita memutuskan untuk pakai bahan aluminium aja.

Tanggal 14 Juni 2019: Aku mencari tukang aluminium dari OLX dan menemukan 2 kandidat. Ini penting, untuk membandingkan harga. Kandidat pertama, menawarkan 10.500.000 Kandidat kedua menawarkan harga 6.230.000. Tentu saja, aku milih kandidat kedua. 😀

Tanggal 4 Juli 2019: Tukangnya datang ke rumah untuk ngukur dan ngasih pilihan bahan. Setelah ukur-ukur dan membicarakan masalah design serta bahannya, akhirnya deal dengan harga 6.300.000 tapi dengan design yang berbeda. Bawahnya nggak bisa kayak yang aku inginkan karena bahannya lebih mahal. Tapi akhirnya diganti dengan kaca yang lebih tebal.


spesifikasi yang akhirnya dipilih

Nama tukangnya adalah Mas Wahyu Ardiansyah, orang malang dan bekerja sendiri tapi pas pasangnya dibantu sama temennya. Orangnya berani ngasih KTP kalau customer ragu. Waktu itu aku sempet takut sih, soalnya harus ngasih DP 3.300.000.

Tanggal 5 Juli 2019: Mas Wahyu datang ke rumah untuk pengukuran kedua dan memberikan keyakinan. Sampai akhirnya terjadilah deal atas asas yakin. Aku bismillah aja sih. Ternyata, lantai rumahku itu nggak rata 😢 selain itu, ada pipa yang menyembul diatas lantai. Lupa banget aku soal ini. Pipa air itu memang mau ditanam ke lantai, bukan ke dinding seperti umumnya, karena nanti lantai rumah aku mau dilapisin sama parket.
Soal pipa, Mas Wahyu bersedia menanamkan pipa itu ke lantai tanpa tambahan biaya. Supaya pintunya bisa di pasang.

Tanggal 8 Juli 2019: Aku transfer uangnya dan Mas Wahyu mulai membuat pintu lipatku.

Tanggal 11 Juli 2019: Mas Wahyu memberikan update pembuatan pintu lipatnya

Progress Pintu Lipat dari Mas Wahyu
Mas Wahyu ini rajin ngasih update tentang progress pembuatan pintu lipatnya. Tahu banget kalau customer nya ada ketakutan gitu dan maklumin banget. Mantap lah.

Tanggal 14 Juli 2019: Mas Wahyu bersama dengan seorang temannya datang untuk masang pintu lipatnya. Butuh waktu 5 jam-an lho. OMG!! dan mereka itu ngerjain nggak berhenti 😲  sampai aku nggak enak sendiri. Pengen disuruh istirahat tapi mereka tetap ngejar waktu. Dari jam 2 selesai jam 7-an malam.

penampakan pintu lipat baru
Seneeng bangeet akuuu.... 😆😆😆😆   itu cantiiik banget pintunya. Ala-ala Cafe kan ya jadinya??? Bikin semangat untuk nge renovasi selanjutnya. Ihiiirrrr!!!

Setelah terpasang, dibagian bawahnya itu belum bisa dipasang slot, karena ya itu, ternyata lantai rumahku nggak rata. Akhirnya aku harus nyari tukang lain untuk leveling supaya bisa ada slot bawah. Aku bayar 2.500.000 setelah pintu terpasang. Sisa 500.000 nya sama mas Wahyu ditunggu sampai bisa masang slot.

Seperti biasa, nyari tukang di OLX karena nyari tukang dari teman-teman itu nggak dapet-dapet. Akhirnya dapat tukang untuk leveling, jasa sekaligus bahan bayar 150.000. Huft... oke... 

Hasil Leveling


Tanggal 28 Juli 2019: Akhirnya mas Wahyu bisa masang slot bawah. Pintuku bisa terpasang dengan aman dan sempurna. Yeeeyyy~~~

Segitulah Renovasi Sesi 2 untuk pembuatan pintu lipat untuk rumahku. Bulan Agustus ini insyaallah akan bongkar dinding dan atap lalu masang kanopi. Seperti biasa, aku akan membuatkan rincian biayanya.

💸 Biaya pembuatan pintu lipat dengan ukuran 2.94m x 2.43m, 4 pintu adalah: 6.450.000

BYE BYE~~~ XOXO


Kalau ada yang mencari tukang aluminium untuk wilayah Malang, email aja ke aku. Nanti aku kasih nomornya Mas Wahyu







Monday, May 6, 2019

Budgeting atau Perencanaan Keuangan Bulanan

Haloooo~~~~ 🙌 sudah lama nih nggak nge post apapun. Ehehe... sebenarnya banyak yang pengen aku bagiin. Berbagai pengalaman baru yang sudah teruji olehku 🙆

Pengalaman apa yang kali ini mau aku bagiin? Ini tentang Finansial Pribadi lebih tepatnya, Budgeting atau Perencanaan Keuangan Bulanan 📅💰 

Aku mau tanya, kalian bikin nggak sih coret-coret kebutuhan kalian itu sebulan apa atau lebih keren lagi, kalian nyatet pengeluaran kalian?

Aku mulai bikin Perencanaan Keuangan Bulanan dari bulan Januari 2018. Isinya sederhana banget. Cuma pengeluaran Wajib aja yang aku buat. Tapi sebenarnya, untuk apa sih bikin Perencanaan Keuangan Bulanan?

Buat aku,

================


Membuat Perencanaan Keuangan Bulanan membuat kita jadi lebih sadar diri dengan apa yang kita miliki
===================
Semua dimulai dari pertanyaanku pada rekeningku setiap akhir bulan: "Kemana sih duitku? Mana tabungan?" 💸💸

lalu aku berfikir.... 🙇  Ah.... aku nggak tahu.

Dari situ, aku mau lebih baik lagi dalam menyikapi rejeki yang diberikan padaku. Aku browsing-browsing, mulai mencari apa yang harus aku lakukan supaya menjadi lebih bertanggung jawab dengan uangku.

Lalu, aku menemukan fakta bahwa Perencanaan Keuangan itu MEMANG PENTING.

Beberapa sumber yang bisa menjadi referensi untuk Perencanaan Keuangan:

a.  Prita Ghozie

Prita Hapsari Ghozie, SE, MCom, GCertFinPlanning, CFP, QWP, adalah seorang CEO & Financial Planner,  financial educator, public speaker,  penulis, Dosen FEB-UI, seorang isteri, dan ibu dari 2 orang anak. (diambil dari website https://pritaghozie.com/prita-ghozie/)


Youtube dengan pencarian: Prita Ghozie

Mbak Prita ini banyak mengisi acara-acara di TV dan syukurnya, di upload ke Youtube. Kalian bisa nyari kok di Youtube dengan nama Mbak Prita atau Perencanaan Keuangan. Ini salah satu link Youtubenya.

b. Dave Ramsey

Dave Ramsey terkenal dengan 7 Baby Steps. Di Amerika, dia terkenal sebagai pembawa acara radio yang memberikan konsultasi keuangan. Dave Ramsey ini lebih ke arah gimana caranya bayar utang lebih cepat. Bagi Dave, lebih cepat membayar utang lebih baik dan sebenarnya seseorang itu BISA melakukan hal itu, asal dia merencanakan keuangannya dengan baik. Hidup REKOSO untuk beberapa bulan demi DEBT FREE.


Youtube Dave Ramsey
Youtube Dave memberikan banyak sekali inspirasi bagi kalian yang lagi punya banyak utang dan ingin segera keluar dari keadaan tidak nyaman itu. Dave juga punya Podcast namun sepertinya hanya ada di aplikasi Podcast Iphone.

Dari semua sumber itu, aku mendapatkan beberapa poin penting yang bisa aku aplikasikan kepada kehidupan finansialku:

1. Punya Buku Finansial

Buku Keuangan Pribadiku

Aku beli notebook ini di Strawberry, dibeliin sama Bae sebenarnya bersama dengan bolpoint Unicorn yang tidak kalah lucu. Ukuran bukuku 9cmx10.5cm, pas banget untuk dibawa kemana-mana dan design nya cantik agar nggak ngerasa 'enek' kalau liat buku ini. Karena, buku keuangan tidak bisa dipungkiri, membuat jiwa miskin nan denial bergejolak.

Buku Keuangan berisi seluruh informasi keuangan pribadiku, kecuali password. Isinya adalah:

a. Daftar Harta yang dimiliki
 

Lembar Harta yang harus tambah isinya. Semangaaatt!!!
Di halaman ini, aku mengisi harta yang aku miliki baik benda maupun uang. Namun untuk benda, tidak termasuk elektronik. Dan Uang ini yang pasti tidak akan dipakai dalam jangka waktu dekat.

b. Hutang

Hutang juga aku cantumkan karena yang namanya Harta bersih itu sebenarnya adalah Harta - Utang. Juga untuk membuat nggak denial atau mengingkari bahwa aku punya utang yang perlu dilunasi. Dengan mencantumkan utang ini, membuat aku harus lebih memikirkan baik-baik keputusan dalam kehidupanku. 

Lembar Hutang yang ingin segera dihilangkan!!!! Bismillah!

c. Informasi Nomor Rekening

Ini aku isi nomor-nomor rekeningku dan pihak-pihak yang berhubungan dengan transfer-transfer. Aku juga mencantumkan kapan aku membuat rekening itu. Tapi aku nggak mencantumkan Password. Karena takutnya, akan di salah gunakan jika hilang. 

Jangan pernah mencantumkan Password ya! Password harap diingat aja.

 d. Nomor Tagihan Rekening Rumah

Aku mencantumkan nomor PDAM dan nomor Listrik, supaya nggak lupa kalau pas waktunya bayar tagihan.

Masukkan nomor tagihan yang harus dibayarkan rutin.
 e. Tagihan Tahunan
Ini adalah tagihan yang ada tiap tahun saja. Seperti pajak Motor dan Pajak Rumah. Ini kan harus dibayarkan. Jangan lupa dikasih tanggal berapa harus dibayar. Jangan sampai menunggak yaaa

Lembar yang membuat ingat, bahwa pengeluaran bukan cuma rutin bulanan, tapi ada juga yang tahunan.

 f. Target Finansial
Ini adalah lembar dimana aku menuliskan dengan rinci, dalam setahun atau beberapa bulan kedepan apa yang ingin aku beli atau aku dapatkan. Dengan menulis secara rinci, apa, berapa, dan kapan. Aku jadi lebih tahu, berapa yang harus aku tabung setiap bulannya.

Jangan lupa, untuk ber do'a, memohon, berusaha kemudian pasrah pada Allah. Moto aku: Bismillah. Berusaha aja terbaik saat ini. Kalau memang rejekinya, pasti bisa.

Tuliskan dengan rinci keinginan, jangan lupa do'a.
 2. Punya perencanaan keuangan untuk satu bulan

Dalam merencanakan keuangan bulanan, aku melakukannya di minggu atau hari terakhir bulan sebelumnya. Jadi untuk perencanaan bulan April, aku sudah membuatnya di bulan Mei.


Pengeluaran Wajib!

a. Budget
Adalah uang yang aku punya setelah dikurangi cicilan besar seperti cicilan rumah, karena cicilan rumah ini nggak bisa di ganggu gugat.

b. Kewajiban
Ini isinya adalah semua yang harus dibayar, jika tidak, akan membuat masalah. Ya kayak Kosan, kalau nggak dibayar ya bisa diusir ibu kos. Charity, demi hidup yang lebih berkah. PDAM, supaya bisa mandi. PLN, supaya bisa terang.

Poin disini bisa berubah-ubah. Tapi untuk aku yang Single, pengeluaran wajib aku cuma ini aja sih.

c. Deposito/Tabungan
Disesuaikan dengan target finansial yang ada. Harus di paksain sih ini, berapa nominalnya dan supaya nggak bisa aku pake, biasanya aku langsung deposito-kan.

Kalau lagi nggak ada target finansial, aku sesuaikan dulu dengan Pengeluaran lain-lain.

d. Tagihan lain
Seperti Kartu Kredit, harus segera dibayarkan yaaa. Jangan sampai bayar cuma minimum paymen. Terus bisa juga, kalau pakai pay later. Tetap di Pay!


Pengeluaran lain-lain, lebih flexibel.
e. Belanja Bulanan
Karena aku sekarang udah tinggal di rumah, jadi untuk sarapan dan makan malam, kadang bikin bekal untuk makan siang, aku masak di rumah. Aku belanja ke pasar atau ke supermarket seminggu sekali. Untuk dipakai selama seminggu. Kalau pas nge kos, aku jadiin satu sama makan/jajan.

f. Bensin
Jarak antara rumah ke kantorku itu sekitar 30 menit kalau lagi lancar, 45-1 jam kalau lagi macet dan aku pakai motor. Jadi aku punya budget sendiri untuk isi bensin. Budget ini aku ambil diawal bulan dan aku sendirikan dari uang lain.

g. Entertainment
Ini adalah budget yang penting. Termasuk di dalamnya adalah, kalau beli baju, beli buku/komik, jalan-jalan ke wahana, nonton film. Se-REKOSO apapun aku membuat budget, aku nggak pernah melupakan budget Entertainment, supaya nggak ngerasa sedih-sedih amat lah. Palingan dikurangi porsi nontonnya atau beli buku/komiknya.

h. Makan/Jajan
yang masuk kedalam kategori ini adalah makan diluar belanja bulanan. Kalau aku makan siang diluar atau makan cantik, jajan, naik angkutan. Pokoknya semuanya selain belanja bulanan, entertainment, Tiket KA dan pulsa.

i. Pulsa
Aku buat tersendiri karena aku sadar, kebutuhan internet tidak bisa di hindari saat ini. Jadi dedikasi khusus dalam anggaran.

j. Tiket KA.
Ini aku buat tersendiri karena aku mudik naik KA dan kalau pas lagi butuh kan nggak mungkin nggak pulang. Supaya nggak ada kejadian 'nggak punya duit untuk mudik', di khususkan budget untuk Tiket KA.

Dari a-d, adalah pengeluaran yang TIDAK BISA DIUTAK-ATIK. Harus itu dan nggak bisa dikurangi. Sedangkan dari poin e-j, itu FLEKSIBEL, bisa di ubah sesuai dengan keadaan budget.

3. Konsisten dan mengenali diri sendiri

Pertama kali melakukan Perencanaan Keuangan tentu nggak selalu berhasil. Sering bocor atau nggak tepat sasaran, pasti ada. Tapi kalau konsisten, lama-lama akan membuat diri jadi otomatis menyesuaikan.

Awalnya, aku coba-coba aja, bikin nominalnya. Kira-kira aja aku butuhnya segini dan segitu. Aku seperti itu selama 1 tahun. Karena tujuan awalku adalah konsisten dulu. Lama-lama, aku jadi pengen upgrade Perencanaan Keuangan Bulananku.

Aku mulai mencatat apa saja pengeluaranku selama sebulan dan di bulan April, aku dapat gambaran rinci apa aja sebenarnya yang aku keluarkan. Pos mana yang bocor, pos mana yang terlalu banyak aku kasih porsi.

Yang penting itu, dicoba dulu. Diniati yang baik dan konsisten. Dipaksa untuk konsisten. Pelan-pelan nggak papa, daripada nggak sama sekali.

Semoga bermanfaat ya apa yang aku share ini. Semoga kalian memandang ini dengan baik. tidak ada niat untuk pamer sama sekali.

Bye-Bye~~~~ 😙😙✋✋

COBA BACA YANG INI, DEH

Pengalaman Pertama Lolos Google Adsense Wow!

Hai, gimana kabar kalian? Baik? Ada yang berubah nggak dari blog aku? YAP, Sekarang ada IKLAN nya! Ih, kok sekarang ada iklannya sih?...

EH, BANYAK YANG LIHAT!